REALISASI PT PERTAMINA (PERSERO) FUEL TERMINAL MAOS
JANGKRIK BOS DESA MERNEK
| Pilar | : | 3 - Ekonomi |
| Program | : | 3.04 - Peningkatan Sarana dan Prasarana Pemasaran Bagi UMKM |
| Objek Realisasi | : | Jangkrik Bos Desa Mernek |
| Keterangan | : | - Pengadaan kerjasama dengan distributor Jangkrik dan BUMDes Ngudi Rahayu - Pengadaan sarana dan prasarana jangkrik |
| Alamat | : | Desa Mernek Kecamatan Maos, Desa/Kelurahan Mernek, Kecamatan Maos |
Berdikari dengan ”Jangkrik Bos”
Budidaya jangkrik jadi salah satu upaya warga Desa Mernek, Kecamatan Maos, Cilacap, Jawa Tengah, satu dekade terakhir. Sejumlah warga tertarik pulang kampung dari perantauan dan mencoba berdikari lewat ternak jangkrik.
Moch Muhaimin (56), pembudidaya jangkrik, menunjukkan kandang jangkriknya di Desa Mernek, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (13/8/2020).
Sebagai salah satu kantong buruh migran, Desa Mernek di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, biasa ditinggal para pemudanya merantau. Dengan jejaring kerja sama, belakangan, simpul-simpul ekonomi kampung mulai menggeliat. Warga mandiri membangun desa lewat budidaya jangkrik.
”Saya dulu bekerja di Arab Saudi sebagai driver (sopir) sebuah keluarga, enam tahun di sana. Lalu pulang mencoba bisnis penggorengan kerupuk dan juga jangkrik,” kata Moch Muhaimin (56), salah seorang pembudidaya jangkrik, saat ditemui di rumahnya di RT 003/RW 006 Grumbul atau Dusun Rawaeng, Mernek, Kecamatan Maos, Cilacap, Kamis (13/8/2020).
Muhaimin menuturkan, dirinya merintis usaha itu sejak 2010. Permintaan jangkrik biasanya datang dari para penghobi burung murai. Semula, ia hanya memiliki tiga boks kandang jangkrik yang masing-masing berukuran panjang 2,4 meter, lebar 1,2 meter, serta tinggi 0,6 meter. Seiring waktu dan terus meningkatnya permintaan jangkrik, ia pun menambah kandangnya hingga delapan boks.
Dari satu boks yang diisi sekitar 5 ons telur jangkrik, Muhaimin bisa memanen 48 kilogram (kg) hingga 50 kg jangkrik setiap 27-30 hari dengan pemasukan rata-rata Rp 1,2 juta. ”Setiap kg bisa dijual Rp 25.000 ke sales. Kalau saya jual langsung ke kios atau pemilik murai harganya Rp 40.000 per kg,” paparnya.
