REALISASI PT. PLN INDONESIA POWER JAWA TENGAH 2 ADIPALA



BATIK SELOKA ADIPALA

Pilar : 1 - Pendidikan
Program : 1.01 - Peningkatan Partisipasi Pendidikan Formal dan Non Formal
Objek Realisasi : Batik Seloka Adipala
Keterangan : Bantuan untuk kegiatan pembuatan jurnal pemberdayaan masyarakat Untuk Batik Seloka Adipala.
Alamat : Jl. Dr. Soetomo No.1, Karangcengis, Sidakaya, Kec. Cilacap Sel., Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53212, Desa/Kelurahan Bunton, Kecamatan Adipala

Budaya   membatik   awal   mulanya   hanyadikenal   di   lingkungan   kerajaan   Majapahit   pada   era penyebaran  ajaran  Islam  di  Pulau  Jawa,  namun  saat  ini  budaya  batik  telah  menyebar  ke  berbagai  di Indonesia(Batikbedjo,  2022).Sejarah  Batik  di  Indonesia,  sangat  berikaitan  dengan  perkembangan Kerajaan  Majapahit  pada  era  penyebaran  ajaran  Islam  di  Pulau  Jawa(Nasriyati  et  al.,  2021). Batik diambil dari kata “ambatik” yaitu kata “amba” yang berarti menulis dalam bahasa Jawa dan “tik” yang berari  kecil,  tetesan,  atau  membuat  titik.  Jadi  bati  adalah menulis  atau  melukis  titik.Menurut  Hamzuri (1985) batik merupakan suatu cara memberi hiasan dengan cara menutupi bagian-bagian tertentu dengan mengunakan perintang(Handayani, 2018). Lebih lanjut Hamzuri (1985) mengatakan bahwa zat perintang yang sering digunakan dalam batik adalah lilin atau malam(Moerniwati, 2020)(Larasati, 2021). Dalam  khasanah  kebudayaan  Indonesia,  Batik  adalah  satu  bentuk  seni  kuno  yang  bermutu  tinggi(Amaris Trixie, 2020).Menurut Kementerian Perindustrian permintaan batik mengalami permintaan dari tahun ke tahun, sampai dengan tahun 2021 jumlah Industri Kecil Menengah (IKM) Batik telah menyerap tenaga  kerja  sebanyak  200  ribu  orang  dari  47  ribu  unit  usaha  yang  tersebar  di  101  sentra  wilayah Indonesia.  Selain  itu,  Batik  telah  berperan  penting  bagi perekonomian  nasional  dan  berhasil  menjadi market  leader pasar  batik  dunia  dengan  menacatat  nilai  ekspor  pada  tahun  2020  mencapai  USD  532,7 (Kementerian Perindustrian, 2021)Selain   sebagai   tanda   perkembangan fashion dan   ekonomi   kerakyatan,   pemerintah   berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat industrimasyarakat terhadap upaya perlindungan dan perkembangan batik  di  Indonesia  melalui  Keputusan  Presiden  Nomor  33  Tahun  2009  dengan  menetapkan  tanggal  2 Oktober  sebagaiHari  Batik  Nasional.  Industri  batik  di  Indonesia  tersebar  di  beberapa  daerah  di  pulau Jawa  yang  kemudian  menjadi  nama  dari  jenis-jenis  batik  tersebut  seperti  Batik  Pekalongan,  Batik Surakarta, Batik Yogya, Batik Lasem, Batik Cirebon, Batik Sragen dan lain-lain. Setiap Batik dari daerah tersebut memiliki motif atau corak yang berbeda atau memiliki ciri khas masing-masing. Batik  di  Kabupaten  Cilacap  tidak  terlepas  dari  sejarah  pergerakan  kemerdekaan,  ketika  Pangeran Diponegoro  singgah  di  Banyumas  termasuk  Cilacap.  Selama  pergerakan  kemerdekaan  tersebut  Batik digunakan sebagai media komunikasi dan koordinasi berupa sandi atau kode. Dari sejarah panjang Batik di  Kabupaten  Cilacap  tersebut  Batik  Cilacap  kurang  familiar  dibanding  Batik  dari  daerah  lain  di  Jawa Tangah.  Secara  umum  Batik  Cilacap  terdapat  dua  macam  batik  yang  di  produksi  sampai  saat  ini,  yakni Batik  Maos  dan  Batik  Kutawaru  dengan  gaya  khas  motif  yang  berbeda(batikbedjo,  2022),namun  geliat pertumbuhan  Batik  Khas  Cilacap  saat  ini  tersebar  di  berbagai  titik  Kecamatan  seperti  di  Kecamatan Adipala,  Kroya,  Binangun,  Nusawungu,  Cilacap  Tengah,  Gandrungmagu,  Majenang,  Kampung  Laut, Pattimuan dan Sidareja. Di  daerah  Kecamatan  Adipala,  Desa  Adipala  terdapat  kelompok  pengerajin  Batik  yang  bernama Kelompok Batik Seloka yang berjumlah 15orang. Batik Seloka terbentuk sejak tahun 2017dimana Batik Seloka  memiliki  ciri  motif  parang  bata,  sekar  kantil  dan  parang  Nusakambangan  yang  dipadukan