REALISASI PT. PLN INDONESIA POWER JAWA TENGAH 2 ADIPALA
KELOMPOK TANI DI DESA KARANGJENGKOL, KESUGIHAN,
| Pilar | : | 8 - Pertanian, Kehutanan, Peternakan Dan Perikanan |
| Program | : | 8.01 - Pengembangan kawasan Pertanian dan Kehutanan |
| Objek Realisasi | : | Kelompok Tani di Desa Karangjengkol, Kesugihan, |
| Keterangan | : | Bantuan untuk kegiatan sosialisasi dan menanam tanaman Energi |
| Alamat | : | Kelompok Tani di Desa Karangjengkol, Kesugihan, Jumat (7/2/2025)/Renny Tania, Desa/Kelurahan Karangjengkol, Kecamatan Kesugihan |
Cilacap : PT PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala berkomitmen untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, khususnya batubara, dengan mengembangkan sumber energi terbarukan seperti biomassa. Melalui program Hutan Tanaman Energi yang melibatkan masyarakat di Desa Karangjengkol, Kecamatan Kesugihan untuk menanam tanaman energi. Ada dua tanaman yang akan di tanam di lahan seluas 10 hektar, yakni Kaliandra dan Gamal. Program ini diawali dengan kegiatan sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) Rapid Rural Appraisal (RRA) kegiatan sistem pertanian terpadu tanaman energi yang dilaksanakan pada Jumat (7/2/2025). Manager Pengelolaan Energi Primer UBP Adipala, Acmadi Herpuro mengatakan jika PLN Indonesia Power UBP Jateng 2 Adipala memilih Kaliandra dan Gamal sebagai tanaman pada program ini karena beberapa alasan. “Dari segi penanaman dan perawatan lebih mudah, long life, jadi kalau di tebang sisa batang masih bisa tumbuh. Lalu dari sisi ekonominya, dia punya nilai, ketika kering itu bisa mendekati nilai kalor Batubara, dan memang sifatnya ini bisa mensubstitusi penggunaan Batubara,” katanya. Selain itu, daun dari tanaman ini juga memiliki manfaat lain, seperti pakan ternak dan bahan kompos, sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Achmadi menambahkan jika program ini merupakan bagian dari upaya PLN Adipala untuk mengurangi penggunaan batubara di PLTU. Meskipun PLTU tetap menggunakan batubara sebagai bahan bakar utama, persentase penggunaannya akan dikurangi dengan memanfaatkan biomassa dari kaliandra dan tanaman lainnya. Pada tahun 2025, PLN Adipala menargetkan penggunaan biomassa sebanyak 149 ribu ton, yang berasal dari berbagai sumber seperti sekam padi, kaliandra, dan jenis biomassa lainnya. Program hutan tanaman energi ini mencakup area seluas 10 hektar di Desa Karangjengkol dengan sekitar 1.068 batang pohon yang ditanam. Ketua Yayasan Al Forsa H Subhan Wahyudi pemilik lahan percontohan hutan tanaman energi ini mengatakan jika saat ini ada 10 hektar yang sudah disiapkan dan ditarget menjadi 100 hektar. “Ini sebagai sumbangsih oksigen, dan penanamannya mulai bulan ini selagi masih musim hujan, ditargetkan 10 hektar menanam tanaman energi,” katanya. Pihaknya akan mengajak masyarakat melalui Yayasan Al Forsa yang memiliki Kelompok tani dengan anggota sekitar 5000 petani di tiga desa yakni, Karangjengkol, Ciwuni dan Keleng. “Tanaman energi ini bisa ditanam di sela-sela tanaman utama seperti singkong, kedelai, kacang tanah maupun padi, sehingga bisa menjadi tambahan pemasukan masyarakat,” katanya. Sehingga selain menambah peekonomian petani, program ini juga mendorong pemanfaatan lahan yang lebih produktif dan berkelanjutan.(*)
